Lomba Penulisan Essay Pengalaman Bekerja Bersama Masyarakat
1. Latar Belakang
Kemiskinan adalah salah satu masalah sosial yang paling banyak dihadapi oleh negara-negara berkembang. Di Indonesia misalnya, persoalan kemiskinan ini telah lama dibicarakan, dan berbagai usaha telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun organisasi non pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Namun dari data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia misalnya, dalam 10 tahun terakhir ini, belum ada perubahan yang signifikan terhadap persoalan kemiskinan di Indonesia. Pada tahun 1993 jumlah penduduk miskin Indonesia sebanyak 17,6% dan mencapai angkat tertinggi pada tahun 1998 (sebanyak 23,4%). Jumlah tersebut menurun pada tahun 2006, namun tidak lebih baik dari tahun 1993, yaitu sebanyak 17,8% (Kompas 16 Agustus 2007).
Tidak hanya Indonesia, negara-negara berkembang lainnya, seperti India, Pakistan, Vietnam, dan beberapa negara di Benua Afrika, Amerika Latin menghadapi problem yang sama. Melihat tingginya angka negara-negara miskin di dunia, maka pada tahun 2000, pemimpin dunia dari 189 negara berkomitmen untuk mendukung Millenium Development Goals (MDGs). MDGs bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan hingga separuhnya pada tahun 2015.
Di Indonesia, telah dilakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah ini. Program-Program seperti Inpres Desa tertinggal (IDT), PPK, P2KP, adalah program pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Program-program ini menunjukkan niat serius dari pemerintah dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Namun, masalah kemiskinan adalah masalah nasional, yang penanganannya membutuhkan perhatian dan komitmen besar dari berbagai komponen bangsa ini. Semua elemen yang ada dalam masyarakat harus bergerak secara bersama-sama untuk bangkit dan bergerak serta berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan. Partisipasi menjadi penting untuk melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Masyarakat yang dimaksud tidak hanya masyarakat yang berdaya tetapi juga masyarakat yang kurang berdaya dan masih berada dalam garis kemiskinan. Prinsip partisipasi ini penting, karena pada dasarnya masyarakat memiliki kemampuan dan mekanisme sendiri untuk mengatasi kemiskinan.
Upaya penyadaran dan penggalian potensi masyarakat adalah hal yang harus dilakukan, masyarakat disadarkan bahwa kemiskinan bukanlah takdir. Pemberdayaan masyarakat harus dilakukan untuk membangkitkan semangat, keamuan, ketrampilan masyarakat melawan kemiskinan.
Dalam konteks penyadaran, penggalian potensi, pendampingan, maka kehadiran seorang fasilitator sebagai agen perubahan dari masyarakat yang kurang kritis menjadi kritis, dari masyarakat yang kurang berdaya menjadi berdaya sangat penting. Mereka adalah ujung tombak pemberdayaan dan merupakan mitra kerja masyarakat untuk mengatasi kemiskinan. Fasilitator mendorong masyarakat untuk bekerja sama, menerapkan nilai-nilai partisipasi dan kesetaraan serta memandirikan masyarakat dan tidak tergantung sepenuhnya kepada fasilitator.
Tugas dan tanggung jawab fasilitator tidaklah mudah. Tantangan, hambatan, penolakan, kegagalan, ataupun keberhasilan dalam menjalan tanggungjawab sebagai fasilitator, menjadi refleksi dan referensi penting bagi pelaku ataupun kegiatan-kegiatan Pemberdayaan Masyarakat lainnya. Jadi bukan sekedar keberhasilan, namun, kegagalan dapat menjadi pengalaman berharga yang perlu dibagikan, direfleksikan, dan dishare, sebagai acuan, bahan belajar, pegangan dalam melakukan kegiatan pemberdayaan ataupun mengembangkan metode-metode pemberdayaan masayarakat.
Berangkat dari hal di atas, maka Program Pengembangan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (PFPM) memberikan kesempatan bagi fasilitator pemberdayaan masyarakat seluruh Indonesia untuk menuliskan/menuturkan pengalamannya Bekerja Bersama Masyarakat melalui Lomba Penulisan Pengalaman Bekerja Bersama Masyarakat (PBBM).
2. Tema
“Peran Fasilitator dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan”
3. Tujuan
- Memberi ruang bagi fasilitator pemberdayaan masyarakat untuk mengaktualisasikan diri lewat penulisan pengalaman belajar bersama masyarakat.
- Merangsang minat dan kemampuan refleksi serta menulis bagi fasilitator pemberdayaan masyarakat.
- Memperoleh berbagai masukan dari fasilitator pemberdayaan masyarakat melalui tulisan yang dibuat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.
4. Keluaran
- Fasiltator pemberdayaan masyarakat mengaktualisasikan diri lewat penulisan pengalaman belajar bersama masyarakat.
- Fasilitator terpacu untuk berefleksi dan menuliskan pengalamannya belajar bersama masyarakat.
- Adanya masukan bagi pengembangan fasilitator pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.
5. Pelaksana dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Program Pengembangan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (PFPM), dan pelaksanaannya pada tanggal 1 November 2007 hingga 18 Januari 2008.
6. Persyaratan Umum
- Tulisan peserta lomba harus didasarkan pada pengalaman pemberdayaan masyarakat yang berbasis masyarakat dan pengentasan kemiskinan baik di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, ekonomi mikro, air dan sanitasi, infrastruktur, pengelolaan sumberdaya alam dan lain-lain.
- Tulisan peserta lomba didasarkan pada pengalaman nyata dan merupakan pengalaman pribadi sebagai fasilitator, bukan pengalaman orang lain.
- Tulisan ditulis dalam bahasa Indonesia dan belum pernah dipublikasikan lewat media manapun juga.
- Diketik dalam program MS Word , huruf dalam bentuk Times New Roman 12 pt, spasi 1,5 kertas A4 dengan batas kiri, kanan, atas dan bawah 2.5 cm.
- Panjang tulisan berkisar antara 5 - 30 halaman.
- Pengiriman tulisan disertakan dengan surat pernyataan bahwa karya yang dihasilkan adalah benar-benar merupakan karya dan pengalaman sendiri bukan milik orang lain.
- g. Tulisan diserahkan dalam bentuk hard copy dan soft copy (bisa diemail atau dikirim dalam bentuk CD) dan dikirimkan ke :
Sekretariat PFPM
Jl. Cilandak Tengah II No. 3A, Cilandak
Jakarta Selatan
Telp. 021 7695466, 70955734
Email: info@fasilitator-masyarakat.org
7. Peserta Lomba
- Kegiatan ini dapat diikuti oleh fasilitator pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia dan masih aktif melakukan pendampingan hingga saat ini.
- Peserta dan lembaga pengutus diwajibkan melakukan registrasi ke database PFPM (klik www.fasilitator-masyarakat.org) atau mengirimkan CV yang akan dimasukkan ke dalam database PFPM.
8. Mekanisme Lomba
- Peserta mengirimkan tulisannya ke alamat Sekretariat PFPM di Jakarta paling lambat pada tanggal 7 Desember 2007 cap pos dan melalui email PFPM: info@fasilitator-masyarakat.org.
- Tulisan yang sudah diterima akan diseleksi (administrasi dan pengecekan melalui database di website PFPM) pada tanggal 8 – 10 Desember 2007.
- Pengumuman Seleksi Tahap I lewat website www.fasilitator-masyarakat.org pada tanggal 10 Desember 2007.
- Peserta yang lolos Seleksi Tahap I akan masuk ke Tahap II (penilaian oleh juri) untuk menentukan 5 (lima) yang terbaik versi juri dan akan diumumkan pada tanggal 14 Desember 2007.
- Tulisan 5 (lima) peserta terbaik versi juri akan dimuat dalam website PFPM untuk mendapat penilaian dari pengunjung website PFPM. Pengunjung website diminta untuk memilih tulisan yang paling menarik dan berkesan. Proses penilaian pengunjung website akan berlangsung dari tanggal 17 Desember – 17 Januari 2008.
- Penilaian Tahap III (FINAL) dalam bentuk presentasi 5 peserta yang lolos pada Tahap II akan diadakan pada tanggal 17-18 Januari 2008. Presentasi akan dilakukan di depan juri dan tamu undangan yang berasal dari pemerintah, LSM, akademisi, wartawan dan masyarakat. Akan dipilih 3 terbaik (berdasarkan presentasi dan penilaian juri) dan 1 favorit (berdasarkan voting yang dilakukan di website PFPM).
9. Pemenang dan Hadiah
- Pemenang Pertama berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 10.000.000 dan Piagam Perhargaan.
- Pemenang Kedua berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 7.500.000 dan Piagam Penghargaan.
- Pemenang Ketiga berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 5.000.000 dan Piagam Penghargaan.
- Pemenang Keempat dan Kelima berhak mendapat hadiah masing-masing sebesar Rp. 2.500.000 dan Piagam Penghargaan.
- Pemenang favorit versi pengunjung website berhak atas hadiah uang senilai Rp. 2.500.000 dan Piagam Penghargaan.
10. Juri Lomba
- Ibnu Taufan (Ketua Asosiasi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia).
- Maria Hartiningsih (Wartawan Kompas)
- DR.Linda Ibrahim (Dosen FISIP Universitas Indonesia)
- Lilis Nurul Husna (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama)
- Norman Meoko (Wartawan Sinar Harapan)