Civil Journalism dan Scientific Communication
Civil Journalism sepertinya akan menjadi sesuatu yang sangat besar perannya dalam hal pertukaran pengetahuan di masa depan. Mengkomunikasikan keberhasilan program, praktik cerdas, dan pembelajaran merupakan hal yang rutin bagi penggiat knowledge management dan NGOs, termasuk BaKTI. Sebagai sebuah media pertukaran pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia, BaKTI selalu berusaha mencakup berbagai aspek pembangunan, mulai dari pendidikan hingga penanggulanan AIDS, kearifan lokal hingga analisa keuangan publik, perlindungan anak hingga ketahanan pangan..
Ya, tidak dapat dihindari bahwa suatu saat (dan mungkin sekarang pun telah dimulai), BaKTI akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara kaum ilmuwan (scientist) dengan khayalak luas. Dan juga tidak dapat dipungkiri bahwa sering kali informasi berharga dari kaum scientist ini terlalu sulit untuk dipahami - apalagi di-’pertukarkan’ (terkait pembahasan yang berat dan istilah yang rumit).
Artikel berikut cukup melegakan - karena ternyata dari kalangan ilmuwan sendiri juga menyadari pentingnya menggunakan bahasa yang ‘lebih mudah’ diterima oleh publik. Mungkin menarik untuk menyimak bagaimana perihal mengkomunikasikan sesuatu menjadi isu yang menarik secara global.
Bagi yang berminat membacanya, silahkan klik di judul artikel tersebut di bawah ini.