Regional Workshop Green-KDP‘’Mengenal Isu-isu Lingkungan Prioritas Setiap Sektor’’
Strategi pembangunan berkelanjutan sebagai salah satu instrumen dalam upaya pengurangan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam Millennium Development Goals (MDGs) menekankan perlunya pengelolaan lingkungan dan sumberdaya alam lestari dan merubah pola-pola produksi-komsumsi yang tidak menunjang keberlanjutan.
Meningkatnya degradasi dan pencemaran lingkungan selama ini dipicu oleh penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya alam secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab, implikasinya adalah terjadi perubahan iklim, rusaknya ekosistem dan faktor-faktor produksi yang menunjang kelangsungan hidup masyarakat. Kerusakan lingkungan dan kemiskinan tidak bisa dipisahkan.
Upaya pengurangan kemiskinan, oleh Pemerintah Indonesia menempatkan dimensi lingkungan sebagai salah satu aspek penting yang mendapat fokus perhatian melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program lingkungan dalam bingkai PNPM, diimplementasikan melalui pendekatan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) atau PPK Hijau ’’Green - Kecamatan Development Program (KDP). Program ini mendapat dukungan dana hibah dari pemerintah Kanada melalui Canadian International Development Agency (CIDA).
PPK hijau fokus pada upaya pelestarian lingkungan yang menunjang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat dan keamanan populasi masyarakat desa, dalam rangka mengurangi kemiskinan. Juga secara khusus memotret peran-peran perempuan dalam upaya pengelolaan lingkungan lestari. Pilot PPK dibidang lingkungan akan dimulai tahun 2008, fokus pada tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Secara resmi, program ini akan diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia awal tahun 2008.
Ada empat komponen utama PPK Hijau, yaitu blok grant dan pilot lingkungan, dua komponen ini akan diimplementasikan oleh pemerintah melalui kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), komponen peningkatan kapasitas dan penyadartahuan masyarakat diimpelentasikan oleh LSM, komponen monitoring evaluasi dan study – study dilaksanakan oleh Dentralization Support Fasility Eastern Indonesia ( SOfEI).
Study ini dimaksudkan untuk mengidentifkasi isu-isu lingkungan prioritas disetiap propinsi termasuk didalamnya peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan lestari, atau dampak kerusakan lingkungan bagi perempuan. Hasil-hasil study akan dibagi keberbagai pihak sebagai pembelajaran.
Untuk memastikan isu-isu prioritas yang berbasis berbagai pihak, SOfEI-BaKTI dan Forum KTI melaksanakan Regional Workshop di Makassar 28-29 November 2007. Kegiatan ini akan dihadiri para kepala BAPPEDA, BAPPEDAL, PMD, akademisi, LSM dan anggota Forum KTI beserta Jaringan Peneliti KTI, juga aktivis perempuan dari tiga provinsi lokasi green KDP.