Teh dan Kopi Guru pun Ditanggung, Menelaah Pendidikan Gratis di Gowa
Gowa (Fajar). Program pendidikan gratis, bukan hanya menyimpan banyak cerita bagi masyarakat, tapi ketidakmampuan sebagian orangtua membelikan sepatu dan baju seragam, ke depan dipastikan tidak lagi menjadi masalah. Yang dipentingkan kemampuan otak. BEGITU banyak item yang harus ditanggung Pemkab dalam menerapkan pendidikan gratis. Kebutuhan air teh dan kopi guru dan kepala sekolah pun masuk hitungan. Bahkan segala pungutan yang terkait dengan sistem persekolahan tidak bisa lagi diperkenankan. Beban yang selama ini dikeluhkan orangtua siswa, mulai 2008 ini bakal tidak lagi terjadi. Mulai pendaftaran siswa baru hingga pembelian buku, baju seragam dan olahraga serta sepatu seragam tidak lagi menjadi wajib.Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Nasional (Diknas) Gowa, Idris Faisal Kadir, mengakui, keluhan orangtua siswa setiap tahun ajaran baru menyusul banyaknya pungutan yang harus ditanggulangi diharapkan tidak terdengar lagi. Dalam pertemuan dengan para kepala sekolah telah siswas sekolah negeri, tapi juga swasta. Kalau pun ada sekolah swasta melihat subsidi yang diberikan tidak terlalu memberikan “keuntungan” menurut Idris, mereka boleh lepas. Tapi tindakan melepaskan diri dari subsidi akan berdampak pada risiko, ditinggalkan siswa. Artinya, sekolah swasta yang dimaksudkan akan tutup.
Besarnya anggaran pendidikan gratis Rp48 miliar lanjutnya, tentunya membawa konsekwensi dengan meningkatkan kualitas luaran pendidikan. “Itu akan tetap kita jaga,” jelas Idris.
Sebagai catatan, jumlah murid-siswa yang bakal memperoleh subsidi masing-masing SD sebanyak 80.824 murid, MI 7.372 orang, SMP 20.647 siswa, dan M.Ts 5.394 siswa. Kemudian SMA 8007 siswa, SMK 3.380 orang, dan MA 1.948 siswa. Dengan demikian jumlah yang akan memperoleh pendidikan gratis sebanyak 123. 624 orang. Menurut Kepala Seksi Kurikulum Diknas Gowa, Drs H Syamsuddin M.Pd, besarnya jumlah siswa tersebut akan membawa konsekwensi besarnya anggaran yang harus disediakan Pemkab. Namun dia menilai, itu tidak ada masalah mengingat dana yang disediakan sudah cukup, apalagi pemerintah pusat juga telah menggelontorkan biaya operasional sekolah (BOS) yang cukup besar.
Untuk SD sebesar Rp1.639.385.850 dan SMP sebesar Rp6.198.363.000. Jumlah itu diharapkan bertambah 2008 ini. Adanya bantuan pemerintah pusat, termasuk bantuan pembangunan fisik menurut Kasubdin Sarana dan Prasarana Diknas Gowa, Drs Sappe Mangiriang, akan makin mempercepat proses pendidikan gratis di daerah ini. (*)